| Mencari Berkah Ramadlan (Bagian-2) |
| Kamis, 03 September 2009 06:53 |
| Oleh : Ustadz Abu Salwa (Lanjutan hikmah puasa dan qiyamnya : ) 4. Puasa memposisikan manusia kembali pada posisi yang benar Dalam diri setiap manusia terdapat dua hal yang tidak pernah terlepas , kedua hal tersebut adalah “ Tuhan dan Nafsu “.
Bukankah Ibnu Abbas ra telah memperingatkan kita dengan kata-katanya ; ما ذكــر الله عـزوجـــل الهـــوى فى موضع من كـــتابه إلا ذ مّـه واتـبـــــع هـواه فـمـثـله كــمـثـل الكلــب ولا تـتـبع الهـوى فـيضــلك عـن سـبيـل الله واتـبع هـواه وكان أمره فـرطا واتـبـع هـواه فــتـردى Dalam kurun satu tahun, kenyataannya manusia selama 11 bulan lamanya membalik antara posisi Allah dan posisi nafsu. Allah ditinggal, didurhakai dan ditentang, sebaliknya nafsu dijadikan tuhan. Padahal Allah Azza Wajalla paling murka apabila Ia disekutukan dengan lainya. Firman Allah : أرأيت من اتـخــذ الــهه هـــواه Terjemahnya : Tahukah engkau mereka-mereka yang menuhankan nafsunya ? Dan inilah dosa terbesar yang jarang kita sadari. Dari masa satu tahun penuh itu hanya didalam bulan ramadlan saja manusia mampu meninggalkan kecintaan dan kecendrungan nafsu, dan kelezatannya karena ia memilih dan meng utamakan cintanya kepada Tuhan. Dan hal itu hanya terjadi disaat manusia berpuasa. Jadi Ramadlan telah mengembalikan posisi manusia sebagai hamba Allah yang haqiqi, bukan lagi menjadi hamba nafsu. Inilah hikmah ramadlan yang terbesar menurut penulis, dan masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sampaikan karena keterbatasan yang ada. Akhirnya semoga puasa dan qiyam kita maqbul dan memperoleh Lailah Alqadr. Karena ia ( lailat Alqdr ) juga anugrah besar dibulan ramadlan . Amin
Seiring dengan kemajuan teknologi, kemudahan dalam hidup semakin dapat dirasakan, termasuk dalam memperoleh makanan yang diinginkan. Hal itu juga punya peran dalam merangsang nafsu makan manusia, yang ujung-ujungnya membawa diri pada isy’raf ( berlebihan ) dalam menyantap hidangan melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh badan. Jika kita makan berkelebihan, maka kelebihan gula yang masuk akan disimpan dalam hati dalam bentu glikogen, sebagaimana data-data disimpan dalam bentuk CD, dan jika kapasitas gudang penyimpanan penuh, gula akan diubah menjadi lemak dan disimpan utamanya dibawah jaringan kulit. Dengan berpuasa tubuh akan membongkar cadangan glikogen yang ada dalam hati, dan jika cadangan ini habis, maka tubuh akan menggunakan timbunan lemak sebagai sumber energi . Dengan demikian tubuh tidak akan kelebihan gula yang mengakibatkan penyakit kencing manis (diabetes militus) dan juga lemak badan akan berkurang, berat badan akan menurun, sehingga resiko terhadap kegemukan akan turun. Sungguh benar apa yang disabdakan Nabi Muhammad saw ; قال رسول الله صلى الله عـليه وسـلم : أغـزوا تغـنـموا ، وصوموا تـصحّــوا – الحديث (رواه الطبرانى فى الآوسط عن أبى هريرة ) Terjemah; Rasulullah saw bersabda : Ikutlah berperang kalian akan memperoleh ghanimah ( rampasan perang ) dan berpuasalah , kalian akan sehat. ( HR. Tabrani dalam Kitab Al Ausayh dari Abu Hurairah )
Dalam diri setiap manusia terdapat dua hal yang tidak pernah terlepas , kedua hal tersebut adalah “ Tuhan dan Nafsu “. -Tuhan harus disembah, perintahnya dita’ati, larangannya ditinggalkan. karena Tuhan selalu mengajak hambanya kesorga. -Nafsu seharusnya dikendalikan, diarahkan, karena nafsu selalu mengajak kepada kelezatan semu, serta mewariskan penyesalan, dan menyeret kedalam kehinaan, nafsu juga bahkan memproduksi manusia-manusia pelanggar batas.
Bukankah Ibnu Abbas ra telah memperingatkan kita dengan kata-katanya ; ما ذكــر الله عـزوجـــل الهـــوى فى موضع من كـــتابه إلا ذ مّـه .
Dalam kurun satu tahun, kenyataannya manusia selama 11 bulan lamanya mem balik antara posisi Allah dan posisi Nafsu. ALLAH ditinggal, didurhakai dan ditentang, sebaliknya Nafsu dijadikan tuhan. Padahal Allah Azza Wajalla paling murka apbila Ia disekutukan dengan lainya. Firman Allah : أرأيت من اتـخــذ الــهه هـــواه
Terjemah : Tahukah engkau mereka-mereka yang menuhankan nafsunya ? Dan inilah dosa terbesar yang jarang kita sadari.
Dari masa satu tahun penuh itu hanya didalam bulan ramadlan saja manusia mampu meninggalkan kecintaan dan kecendrungan nafsu, dan kelezatannya karena ia memilih dan meng utamakan cintanya kepada Tuhan. Dan hal itu hanya terjadi disaat manusia berpuasa.
Jadi Ramadlan telah mengembalikan posisi manusia sebagai hamba Allah yang haqiqi, bukan lagi menjadi hamba nafsu. Inilah hikmah ramadlan yang terbesar menurut penulis, dan masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sampaikan karena keterbatasan yang ada.
Akhirnya semoga puasa dan qiyam kita maqbul dan memperoleh Lailah Alqadr. Karena ia ( lailat Alqdr ) juga anugrah besar dibulan ramadlan . Amin Older news items:
|


























