| Mencari Berkah Ramadlan (Bagian-1) |
|
Oleh : Ustadz Abu Salwa
Telah diabadikan dalam karya Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi satu peristiwa besar pada akhir bulan sya’ban dimasa Rasul. Dalam peristiwa terse but Rasulullah saw menyampaikan pidatonya yang sangat memukau sahabatnya . Itulah peristiwa penyambutan datangnya bulan Ramadlan. Dalam satu kesempatan Pidato saja, Rasulullah saw meyebut ramadlan lebih dari sepuluh sebutan (nama), diantaranya adalah ; شهر عظيم ، شهر مبارك ، شهر الصبر ، شهر المواساة ، شهرالرحمة ، شهر المغفرة ، شهر العتق Yang artinya : Bulan agung, bulan berkah, bulan sabar, bulan kasih sayang, bulan rahmat, bulan ampunan, bulan pembebasan dari api neraka. Begitu agungnya ramadlan dihati Rasulullah saw. sehingga tercermin dari cara beliau memberikan nama kepada bulan ramadlan. Demikian juga bila kita telusuri sabda-sabda beliau lainnya yang termaktub dalam kitab hadits. Hal itulah yang selalu menggelitik pikiran penulis, untuk terus mencari , Apa sih hikmah ramadlan dengan puasa dan qiyamnya ? sehingga begitu agung dihati Nabi? Berikut ini yang dapat penulis tuturkan kepada pembaca, moga-moga berguna dan bermanfaat baik sebagai renungan atau amalan . 1. Ramadlan ternyata bulan obral pahala. a) Tidur saja dibukukan sebagai ibadah b) Diam membisu dicatat sebagai tasbih kepada Allah c) Semua amalan baik digandakan pahalanya d) Do’a orang puasa sangat mustajab e) Dosa dan kesalahan orang puasa diampuni. نوم الصائم عبادة، وصـمته تسـبيـح، وعمله مضاعف، ودعائه مستجاب، وذنبه مففور (ر واه البيهقى) 2. Ternyata Ramadlan juga menjadi qalbus As sanah ( قلب السنة ) Jika dalam diri manusia terdapat segumpal darah yang disebut dengan Kalbu. dimana baik buruk seluruh tubuh tergantung padanya. Maka demikian juga dengan tahun, Ia memiliki kalbu, jika kalbu tahun ini baik, maka perjalanan manusia setahun itu juga baik, sebaliknya jika kalbu itu jelek maka perjalanan selama setahun itu juga akan jelek. Kalbu tahun itu adalah bulan ramadlan قال النبى صلى الله عليه وسلم : رمضان قلب السـنة اذا سلم سلمت السنة كلـها Itulah sebabnya mengapa Sayyidina Abu Bakar ra. berkata : فليـتـق الله أمـرء مسلم فى دينه ، ولـيحرص على صيام رمضان ولينــتـصرعلى شهواته فمن إنـهـزم أمام بطـنه لم يـنـتـصر فى ميـــــدان من المـــيادين Terjemahnnya : Takutlah kepada Allah seandainya seorang muslim sampai menodai agamanya, Ia harus menjaga puasanya dan menang saat bertempur melawan nafsunya Sebab siapapun orangnya yang kalah / tunduk dalam urusan perutnya ( berbuka sebelum saatnya) maka dimedan apapun takkan pernah menang. 3. Puasa Ramadlan juga sebagai Rinso pencuci tubuh Disaat berpuasa, seorang muslim telah meliburkan dan membebas tugaskan sistem pencernakannya selama kurang lebih 14 jam, selama satu bulan penuh. Dengan demikian tubuh punya kesempatan untuk melakukan perbaikan sel-sel dan pembersihan. Sebenarnya tubuh ini selalu jadi tong atau bak bagi racun-racun yang terkumpul dari makanan yang tidak tercerna, kelebihan gula, lemak, purin (asam urat) racun pestisida yang terdapat dalam makanan. Tanpa puasa kesempatan itu tidak akan ada, oleh sebab itu sungguh indah apa yang di sabdakan Nabi SAW : لكل شيئى زكاة ، وزكاة الجسـد الصوم . الحديث ( رواه ابن ماجه عن أبى هريرة Terjemahan : Segala sesuatu itu memiliki pembersih, dan pembersih tubuh adalah puasa. ( Riwayat Ibnu majah dari Abu Hurairah ) Bersambung....
Older news items:
|
























