|
 |
Bacaan Islami |
Bacaan Islami
|
Kamis, 03 September 2009 06:53 |
Oleh : Ustadz Abu Salwa
(Lanjutan hikmah puasa dan qiyamnya : )
4. Puasa memposisikan manusia kembali pada posisi yang benar
Dalam diri setiap manusia terdapat dua hal yang tidak pernah terlepas , kedua hal tersebut adalah “ Tuhan dan Nafsu “.
- Tuhan harus disembah, perintahnya dita’ati, larangannya ditinggalkan. karena Tuhan selalu mengajak hambanya kesorga.
- Nafsu seharusnya dikendalikan, diarahkan, karena nafsu selalu mengajak kepada kelezatan semu, serta mewariskan penyesalan, dan menyeret kedalam kehinaan, nafsu juga bahkan memproduksi manusia-manusia pelanggar batas.
Bukankah Ibnu Abbas ra telah memperingatkan kita dengan kata-katanya ;
ما ذكــر الله عـزوجـــل الهـــوى فى موضع من كـــتابه إلا ذ مّـه
واتـبـــــع هـواه فـمـثـله كــمـثـل الكلــب
ولا تـتـبع الهـوى فـيضــلك عـن سـبيـل الله
واتـبع هـواه وكان أمره فـرطا
واتـبـع هـواه فــتـردى
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Rabu, 02 September 2009 07:39 |
|
Oleh : Ustadz Abu Salwa
Telah diabadikan dalam karya Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi satu peristiwa besar pada akhir bulan sya’ban dimasa Rasul. Dalam peristiwa terse but Rasulullah saw menyampaikan pidatonya yang sangat memukau sahabatnya . Itulah peristiwa penyambutan datangnya bulan Ramadlan.
Dalam satu kesempatan Pidato saja, Rasulullah saw meyebut ramadlan lebih dari sepuluh sebutan (nama), diantaranya adalah ;
شهر عظيم ، شهر مبارك ، شهر الصبر ، شهر المواساة ، شهرالرحمة ، شهر المغفرة ، شهر العتق
Yang artinya : Bulan agung, bulan berkah, bulan sabar, bulan kasih sayang, bulan rahmat, bulan ampunan, bulan pembebasan dari api neraka.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Senin, 22 Juni 2009 13:16 |
|
Oleh : H. Muhammad Saifullah As'ad, Lc, M.Pd.I
Belum hilang dari ingatan kita pesta rakyat yang baru saja usai PILGUB dan PILEG dengan segala warna warninya dan hingar bingarnya,didepan kita sudah menunggu PILPRES. Mau tidak mau kita harus ikut serta didalamnya karena kedudukan kita sebagai warga Negara, akan tetapi semua itu bukanlah sekedar pesta rakyat belaka,melainkan suatu tugas berat yang harus kita laksanakan bersama sebagai muslim sebab ada beban moral yang harus kita perhatikan dalam menentukan pilihan kita, karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sesuai dengan harapan agama. Yang bisa kita jadikan sebagai panutan,dapat menampung aspirasi kita dan yang terpenting dapat membentuk Negara kita ini sebagai mana yang disifati Allah " Baldatun Toyyibun Wa Rabbun Ghofur".
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Kamis, 25 Juni 2009 11:47 |
|
Oleh : H. Muhammad Saifullah, Lc, M.Pd.I Memperhatikan kondisi polotik yang berkembang saat ini, dipandang sebagian besar masyarakat sangat sarat dengan permainan politik uang (Money politik), baik baik pada saat pemilu untuk memilih Gubernur, memilih anggota legislatif (DPR), memilih presiden, Bupati, bahkan sampai pada tingkat pemilihan kepala desa (pilkades), dan ironisnya kadangkala merembet smpai pada pemilihan ketua organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam. Dalam upaya pencapaian tujuan politik ada yang berbentuk pengerahan massa, lobi-lobi,pendekatan pejabat,tokoh dan masyarakatyang semua memerlukan biaya, ada yang disebut dengan transport,uang jasa,konsumsi lembur,dan lain lain. Pengeluaran biaya dalam upaya pencapaian tujuan dimaksud mungkin berupa gaji tetap (sudah menjadi profesinya), tambah uang lembur, atau pemberian yang sama sekali tidak pernah dilakukan kecuali waktu ada tujuan tersebut. |
|
Selanjutnya...
|
|
Senin, 22 Juni 2009 13:01 |
|

Oleh H. Muhammad Saifullah As’ad, Lc, M.Pd.I
Suara dengarkanlah aku..apa kabarmu pujaan hatiku..aku disini menunggunya masih berharap didalam hatinya……Petikan bait lagu yang dinyanyiyakan oleh grup band hijau daun ini kerap kita dengar bahkan karena seringnya kita mendengar secara tidak sengaja terkadang kita kerap melantunkanya, itulah musik kedasyatanya dapat menghipnotis semua kalangan.
Nyanyi-nyayian atau lagu sudah ada dan tersebar luas sejak periode awal munculnya agama Islam semua itu merupakan hasil dari Ekspansi wilayah, Akulturasi antara kaum arab dengan Ajam serta disebabkan oleh kemapanan dan gaya hidup mereka, sehingga saat itu banyak diciptakan alat musik yang berfungsi untuk mengiringi dan memperindah suatu lagu atau nyanyian.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
|